Showing posts with label Casciscus. Show all posts
Showing posts with label Casciscus. Show all posts

Wednesday, June 8, 2011

Usah Kau Lara Sendiri

Tadi pagi waktu pendinginan ketika senam, instruktur memilih lagu usah kau lara sendirinya Ruth Sahanaya feat Katon Bagaskara. Dalam hati, tumben-tumbenan nih lagunya bagus, hehe. Seringnya lagu yang diputar ya lagu-lagu mellow yg kurang saya suka karena liriknya yang sedih-kurang bersemangat dan kadang lagu tertentu bisa mengingatkan saya dengan seseorang :'(

Oia, kira-kira begini liriknya...
Kalo mau download bisa di sini

Kulihat mendung menghalangi
Pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati
Terdiam mendura

Apa gerangan bergemuruh
Di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin
Berbagi cerita

Ku datang sahabat, bagi jiwa
Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu
Di atas bahuku
Biar terbagi beban itu
Dan tegar dirimu...oh...

Di depan sana cahya
Kecil tuk memandu
Tak hilang arah
Kita berjalan menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh
Kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawan
Beranjak menjauh

Tak hilang arah kita berjalan
Menghadapinya...
Usah kau simpan lara sendiri

Tadinya saya suka dengar lagu itu...
Lagunya bisa membuat kita semangat karena seakan-akan selalu ada teman yang menemani perjuangan hidup kita...

Tapi entahlah...
Tiba-tiba saya kok sedih ya...


Bingung menujukan lagu itu untuk siapa...
Sepi Rasanya...

Kaskus, Saya dan Dunia Maya

Biasanya kalo berselancar di dunia maya seringnya saya browsing informasi atau blog walking. Agak jarang meluangkan banyak waktu buat buka facebook, chatting dan sejenisnya karena membuang waktu dan malas rasanya terlalu mengurusi kehidupan orang lain lewat dunia maya. Lebih afdhol rasanya kalo langsung berbincang atau bertatap muka.

Tapi dipikir-pikir lebih membuang waktu lagi sih kalo browsing informasinya seperti saya, hehe. Sedikit-sedikit kalo penasaran rasanya ingin segera menuntaskannya dengan mencari tau, gampangnya lewat internet atau googling. Kalopun tidak ada sesuatu yang dicari tau, biasanya saya suka mengamati diskusi para netter di forum-forum.

Senang rasanya bisa tau banyak karakteristik orang melalui internet, terlepas dari apakah itu karakter palsu atau tidak. Selama ini sih saya seringnya nongkrong di kaskus dan female daily. Kalo forum yang lain saya biasanya hanya numpang lewat, sesekali baca dan tidak merutinkan diri untuk mampir seperti di detik, kompasiana, forum ponsel, kapanlagi dan sebagainya.

Beda forum, beda juga tipe membernya. Kalo di kaskus membernya kebanyakan anak muda, tapi ada sebagian juga sih yang sudah tidak muda lagi, hehehe. Kaskus ini memang The Largest Indonesian Community deh, berbagai macem orang numplek di sana; laki, perempuan, tua, muda, miskin, kaya, hitam, putih (lha kok :D), akademisi, praktisi, dokter, pasien, pengangguran, enterpreneur, mahasiswa, polisi, arsitek, ibu rumah tangga, guru, olahragawan, gamer dan sebagainya dari sabang merauke banyak yang ngumpul di sana.

Saya jadi member kaskus terhitung resmi :p mulai 29 Oktober 2009 karena diperkenalkan oleh kakak. Awal-awal di sana seringnya cuma maen ke FJB buat hunting-hunting barang lucu atau survey harga handphone. Tapi lama-lama ternyata saya menemukan banyak forum yang bisa dijelajahi dan informatif di sana. Saking informatifnya, saya sempat addict untuk betah berlama-lama di depan layar hanya untuk ngaskus, jadi yaa.. banyak pekerjaan terabaikan akibat punya maenan baru :p. Kalo sekarang sih untungnya saya sudah mulai bisa mengendalikan diri untuk ngaskus hanya di saat-saat luang saja meskipun peraturan ini kadang saya langgar juga, hehe.
Sepertinya saya memang jatuh cinta dengan Kaskus, wkwkkwkw. Jangan diketawain ahh… habisnya bingung mau menamakannya dengan istilah apa. Apa coba istilah yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya yang betah plus rela-rela dari pagi sampe sore (kadang malam) di depan layar cuma buat ngaskus selain kata ‘jatuh cinta’, hehe. Entahlah karena apa kok bisa segitunya, yaa salah satunya sih tadi karena saya merasa mendapat banyak informasi dari sana. Hmm… karena apa lagi ya??

(di pikir dulu nih..)

Saya rasa penyebab lainnya karena saya suka dengan selera humor orang-orang di sana. Saya sering ketawa geli aja kalo ngaskus, mungkin karena baca komentar ngaco dari membernya ataupun ada thread yang memang lucu bin kocak. Tapi ada juga sih sebagian orang yang ‘gaje’, suka caper dan ngajak ribut, errr. Jadi ya menurut saya kaskus itu menghibur. Selain itu di beberapa forum juga saya sering merasa cepat terbantu untuk mendapatkan informasi penting, seperti di sini, di sini dan di sini :D

Oia, satu lagi…
Banyak barang-barang unik lho di forum jual belinya, dan lagi kebanyakan harga barang di sana lebih murah dari yang di pasaran.

Lho, kok jadi cerita tentang kaskus ya??
Padahal tadinya saya ingin berbagi tips seputar manfaat cuka apel nih…

Yasudahlah ngepost baru lagi aja (:

Friday, May 27, 2011

Mengharu Biru


Tiap kali saya lihat video ini selalu merinding, kadang berkaca-kaca meskipun sudah dilihat berulang kali. Waktu pertama kal lihat, jangan tanya…. sampai nangis terisak nih saya, hehe lebay juga sih dipikir-pikir padahal kan ini hanya fiksi :p. Sebenarnya video klip ini sudah lama ada, tapi saya baru tau ketika waktu awal-awal kuliah diputar di kelas Pak Yuli waktu kuliah dan berhasil membuat hampir seisi kelas mewek, hihihi.

Sedih banget ceritanya, tadinya saya pikir si laki-laki tega sekali meninggalkan si wanitanya dalam keadaan sedang sakit. Tapi ternyata… demi kebahagiaan si wanitanya si laki-laki itu rela mendonorkan kedua bola matanya saking cintanya dan mungkin juga karena perasaan bersalah. Scene yang paling menyedihkan adalah ketika mereka berdua berpapasan dan sempat berdampingan di ruang operasi, hiks hiks… Waktu si laki-laki terakhir kali ngebut naik motor juga sedihhhh karena dia tau sebentar lagi tidak akan bisa melihat, hiks kok jadi ikutan sedih lagi nih..


Banyak yang bilang video klip dan lagunya ini bagus karena berhasil bikin sebagian orang terharu bahkan menangis. Tapi ada juga yang bilang si tokoh laki-lakinya bodoh (lho?). Iya bodoh, karena membiarkan dirinya tak bisa melihat kekasihnya dan tak membiarkan dirinya tetap bersamanya dengan hanya mendonorkan salah satu saja dari matanya, bukan keduanya. Jadi kan dengan seperti itu mereka bisa tetap bersama tanpa keduanya merasa sedih karena perpisahan. Hehe iya juga ya...

Rantang dan Mangkok Ayam Jago

Kapan lalu sebelum ada acara keluarga di boyolali saya menitip pesan kepada ibu untuk dibelikan sesuatu. Kakak perempuan saya terheran-heran dengan permintaan saya kali ini, masa jauh-jauh dari Gresik cuma ingin dibelikan rantang, hehe. Tadinya sih saya cuma minta dibawakan rantang atau bahasa kerennya food carrier seadanya saja yang ada di rumah. Tapi karena ibu bingung mencari perkakas dapur di banyak lemari, jadilah saya dibelikan yang baru. Dasar ibu-ibu sukanya banyak mengkoleksi peralatan dapur , tapi seringnya yang dipakai hanya itu-ituuuu saja, bahkan sering tidak sadar jika pernah membeli alat rumah tangga tertentu.

my lovely food carrier ;)

Ngomong-ngomong kenapa harus rantang?? Kenapa bukan tupperware atau lunchbox dan sejenisnya?

Jadi ceritanya begini, suatu ketika saya pernah lihat di tv , entah program apa, intinya saat itu settingnya adalah pedesaan. Ketika seorang suami bekerja di sawah, si istri membawakan bekal untuk di makan ketika istirahat. Sebenarnya makanannya sih standar seperti nasi sayur telur tahu tempe, tapi entah kenapa sepertinya terlihat enak jika diletakkan di dalam rantang, hehe. Selain itu, pernah juga sekilas saya nonton cerita pagi di MNC TV. Ada suatu adegan di mana seorang tetangga memberi makanan ke tetangganya yang miskin. Lagi-lagi, makanannya diletakkan di rantang, entah kenapa jadi bikin saya ngilerr deh…

Saya juga bingung sih tentang keinginan saya yang satu itu, hehe. Saya pikir-pikir lagi mungkin ini semua karena rantang itu saya asosiasikan dengan kondisi yang menyenangkan seperti suasana pedesaan dan seolah-olah makanan yang berada di dalam rantang merupakan barang berharga yang harus disyukuri harena jumlahnya terbatas. Bebeda dengan makanan yang siap disajikan di atas meja yang jumlahnya terkadang lebih banyak dan berbeda dengan nasi yang dibungkus karena terlihat biasa jadi kurang nikmat.

Selain rantang, saya juga punya tempat makan favorit nih seperti yang sering kita temui di warung-warung mie atau soto. Taraaa…. This is it… Mangkok ayam jago…

ini beneran ayam jago kan ya? :p

Saya sengaja nih beli mangkok ini padahal sudah punya beberapa tempat makan lain di rak piring kost. Seingat saya sih harganya cuma Rp.4000an, tapi kenikmatan yang dirasakan ketika makan apapun di dalamnya melebihi harganya lho. Hehe, kalo yang ini sih karena saya heran tiap kali makan mie, soto dan sejenisnya di warung rasanya terlihat lebih enak jika disajikan di mangkok ini.

Alhasil karena penasaran jadilah saya membeli mangkok ini dan terbukti benar ternyata makan indomie jadi lebih enak jika disajikan di mangkok ayam jago. Pikir saya, magic juga nih mangkok… tapi, lagi-lagi ini cuma masalah sugesti karena mungkin saya merasa seakan-akan seperti beli makanan dari warung(yang saya rasa lebih enak) jika menggunakan mangkok ini. Padahal yah cuma masakan sendiri, hihiihi.

Tuesday, May 24, 2011

Ditraktir dan Mentraktir

Di suatu sore ketika saya sedang serius ngeblog, tiba-tiba tetangga sebelah kamar kost  alias helda datang masuk kamar saya dengan wajah sumringah yang mencurigakan…

Dia : Mbak, udah makan malem?
Saya : Belum..
Dia : Mbak, makan PH yuk? (sambil mesam-mesem)
Saya : …… mmm….
Dia : Kenapa, lagi ga punya uang ya? (sudah mulai tercium maksud kedatangannya)
Saya : hehehe (tau aja nih anak)
Dia : Gak papa, aku yang traktir (tuh kan ketebak, nih anak aneh… padahal saya ga minta lho!)
Saya : Ga usah ah hel ngerepotin… (beneran ini, saya ga cuma pura-pura)
Dia : Iya gak papa, aku lagi pengen nraktir mbak aja.. (hahaha, jadi enak)
Saya : Beneran ga usah…
Dia : Iya.. aku lagi pengen makan yang enak-enak.. pengen berbagi rejeki sama orang yang paling deket (kamarnya maksudnya), biar pahala gitu ngasi makan orang (beuh, berasa fakir miskin saya, wkwkwk)
Saya : Tapi kan ga harus yang mahal hel? (pake nawar)
Dia : Biasa aja kok mbak.. mbak pengen apa? PH, hokben, bees, solaria, mie ceker, ramen, WS, pastelo?? (gini nih kalo orang banyak duit)
Saya : Halah, terserah aja deh, di angkringan juga gpp kok manut…
Dia : Jangan mbak, pengennya aku makan yang agak spesial ……………………………………………….dst

Kurang lebih begitulah pembicaraan kami sore itu. Sebenarnya masih sangat panjaaaaaaang…. karena kami saling kebingungan untuk memutuskan akan makan dimana saat itu. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami mengeliminasi beberapa tempat makan dan menyisakan dua pilihan yaitu Solaria di Ambarukmo Plaza dan Bee’s di Galeria Mall. Hmmm, dua pilihan yang sulit bagi kami.

Atas ide aneh helda kami akhirnya melakukan suit (wkwkwkwk, entah apalah namanya, pokoknya sejenis permainan anak-anak dengan aturan kita menunjukkan beberapa jari kita untuk dihitung). Bagaikan menghitung kancing, akhirnya kami menghitung jari-jari kita (amplaz-gale-amplaz-gale… dst, kira-kira begitulah bunyinya, hehe) dan akhirnya pilihan tertuju pada Ambarukmo Plaza…. Yeayy, akhirnya!


Setelah sholat maghrib berjamaah kami langsung siap-siap nge-mall, wkwkwkwk kontras sekali. Sesampainya di amplaz, kami window shopping dulu ke centro, strawbery, lasona, graphis, dsb. Meskipun tidak ada maksud membeli, setidaknya dengan cuci mata, mata ini bisa jadi lumayan segar lho, hehe. Kemudian karena takut kemalaman dan perut sudah mulai lapar, kami langsung bergegas deh menuju tempat tujuan utama yaitu Solaria..... dan… makanan sudah siaaapppp…..

before

bersihhh... :D

Seneng juga sih bisa makan makanan enak tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Maklum, sebagai mahasiswa ber-uang saku pas-pasan :p, saya jarang mau mengeluarkan uang lebih untuk sekedar membeli makanan. Alasannya sih karena saya biasa saja dengan wisata kuliner alias urusan perut dan tentunya karena ingin berhemat. Biasanya pengeluaran bulanan saya lebih banyak dialokasikan untuk kebutuhan….. wanita… :p seperti membeli baju, sepatu atau kosmetik, hehehe sama aja boros kalo kaya gini :D. Jadi ya, kalo tiba-tiba ada yang nraktir saya ga nolak asal tidak ada paksaan dari salah satu fihak :D. Kurang baik juga lho kalo nolak rejeki, hehehe

Ngomong-ngomong masalah traktir mentraktir, dulu saya sempat memandang negatif perkara ini. Saya beranggapan orang yang mentraktir itu terlalu berfoya-foya, hanya menghambur-hamburkan uang orangtua hanya demi gengsi, ingin diakui oleh teman-teman dan sebagainya. Sebaliknya, saya kurang suka dengan orang yang sedikit-sedikit minta ditraktir dan sering memanfaatkan momen traktiran hanya untuk keuntungannya tanpa pernah melakukan sebaliknya :D.

Jadi ya, saya lebih memilih memberi hadiah berupa barang atau makanan ke teman-teman daripada mentraktir karena bagi saya-tadinya hal tersebut terkesan negatif. Sebagai orang yang ditraktirpun sebisa mungkin saya berusaha untuk tidak merepotkan si empunya acara. Hampir tidak pernah juga saya minta ditraktir oleh teman meskipun hanya bercanda, karena sedikit gengsi dan malu jika harus terkesan ‘minta-minta’.

Kalo disuruh memilih ditraktir atau mentraktir kebanyakan dari kita pasti memilih ditraktir. Jawabannya serupa, pasti karena pilihan tersebut lebih menguntungkan. Tapi terkadang saya berfikir ada kepuasan tersendiri sepertinya bagi orang yang mentraktir ketika melihat wajah teman-temannya bahagia membersamainya dalam suatu acara makan. Saya jadi mikir, mentraktir sepertinya tak sepenuhnya bernilai negatif kok karena toh dilakukan dengan niat menyenangkan hati orang lain dan bershodaqoh. Tapi jadi lain cerita kalo kita memaksakan diri untuk mentraktir teman padahal uang untuk kebutuhan hidup saja sudah mepet. Apalagi jika satu-satunya niat mentraktir adalah agar dipandang sebagai orang kaya, gaul dan friendly…. Hmmm… rugi lah ya!

Jika berniat untuk mentraktir teman, mungkin baiknya sih diniati dengan benar yaitu berbagi kebahagiaan dengan teman, bershodaqoh dsb. Mentraktir juga bukanlah kewajiban, jadi tidak usah dipaksakan jika tidak mampu. Dan yang paling penting mentraktir tak selalu harus mahal kok karena kebahagiaan teman-teman bukan dari harga makanannya tapi lebih pada kebersamaannya dengan kita.

Billyboen said…
“Harga makanan yang saya bayar, murah banget dibandingkan waktu yang dia (teman) berikan untuk mau makan sama saya”

Monday, May 23, 2011

So Sweet sih… tapi…

Hehe, hampir semua orang pasti sudah tau iklan ini. Sudah beberapa minggu iklan ini sering ditayangkan di televisi. Ini adalah iklan tropicana slim terbaru beserta jinglenya yang khusus dibuat untuk kepentingan komersial. Terlepas dari bagaimana produknya, kebanyakan kaum hawa senang melihat iklan ini di awal-awal tayang. Kalo pengalaman saya nonton tv bareng teman-teman kos sih banyak yang nyeletuk setiap iklannya lewat, kalo iklannya co cwit alias so sweet banget.


Ternyata gak cuma produknya yang manis, iklannyapun manis banget bikin setiap yang melihat mupeng. Liriknya juga romantis banget, membuat hati setiap yang mendengarnya berdebar-debar, hehehe. Okay, sebelum kita bahas lebih lanjut mari kita nyanyikan bersama-sama lagunya, hehe… Eits tunggu dulu!!, bagi yang tertarik dengan jinglenya, bisa di download di sini ya. Bagi yang ingin tau liriknya… yuukk mariii…

will you remember our sweet moments
and cherished them the way i do
how we spent our special moment together
how we used to share it all
will you remember me the way
i remember you, will you be the same
the last time i saw you, you are the sweetest
every moment with you is the sweetest one
Kalo dilihat dari video di atas, iklan ini menceritakan tentang kisah anak laki-laki dan perempuan yang di masa kecilnya sangat akrab dan mereka senang bermain bersama. Jalinan perteman dan bibit-bibit cinta yang sudah ada diantara mereka semasa mereka kecil tumbuh menjadi rasa cinta yang sesungguhnya ketika remaja. Sejak kecil hingga remaja menjelang dewasa mereka sering bersama menghabiskan waktu berdua ataupun bersama teman-teman sepermainan mereka yang lain. Ketika mereka dewasa, mereka harus berpisah karena suatu keadaan akan tetapi hati mereka tetap saling mencintai. Akhirnya dalam suatu kesempatan mereka bertemu kembali di suatu kafe dan saling melepas rindu. Tropicanaslimlah yang menjadi saksi bisu cinta mereka, hehehehehe.

Saya ini tipe orang yang melankolis, jadi ketika melihat iklan ini rasanya ikut terbawa dalam suasana percintaan mereka, jadi merinding, ikut deg-deg an dan juga mupeng, hahaha. Tapi setelah dipikir lagi dengan akal sehat, itu semua kan hanya cerita fiktif, sepertinya tak beda jauh dengan cerita-cerita dongeng lainnya. Rasanya tak mungkin deh ada hubungan percintaan yang berjalan semulus mereka, yaitu tanpa konflik, tanpa penghianatan, tanpa air mata dan tanpa orang ketiga (hadeeh, malah berimajinasi sendiri akibat pengaruh sinetron :p).

Tadinya saya mupeng setelah liat iklan ini, merasa cerita kedua tokoh itu sangat sempurna…. Tapiii… baru sadar… begitu lamanya hubungan mereka tapi belum tentu mereka menikah kan??! Jadi ya tidak sepenuhnya mereka akan bahagia bersama lho…Hohoho, jangan-jangan setelah ini bakal dibikin iklan versi kelanjutan cerita yang pertama..

Hahaha, kok saya jadi ngelantur dan ngurusin hal yang ga penting gini ya, lagipula itu kan cuma iklan, wkwkwkwkwk (trus daritadi cerita panjang lebar ngapain coba?! #%@%#*^*@&@(#%+#$@*)

Cermin Ajaib

Tiga hari yang lalu saat membantu teman kost packing untuk meninggalkan Jogja, saya mendapatkan banyak warisan. Ini bukan membicarakan masalah sepetak sawah, beberapa juta uang atau berapa meter rumah. Tapi tau sendirilah warisan anak kos itu seperti apa, ya tak lain tak bukan adalah seperangkat alat rumah tangga, hehe. Teman kosku yang bernama Indira itu memberi beberapa benda berharga seperti jepit jemuran, pembersih porslen, termos, kertas bekas, saos, toples, gelas, piring, sunlight, kain perca dan benda lain yang akan dibahas disini yaitu cermin ajaib, hehe.

Indira akhirnya rela memberikan cerminnya alasannya merasa kasihan karena saya yang hampir lima tahun ngekost ini belum memiliki cermin ‘sungguhan’, hehe. Iya sih, cermin saya di kamar hanyalah cermin kecil berukuran 10x10cm, paling-paling hanya bisa untuk mengecek wajah dan kerudung sudah rapi atau belum. Kalo untuk tau baju sudah rapi atau belum hampir selalu numpang teman kos lain yang memiliki cermin kamar lebih besar, atau bercermin dengan samar-samar di depan kaca jendela kamar… hoho kreatif bukan???

before :p
Ini bukan masalah modal ngga modal lho :p (hihi belum-belum sudah pembelaan), tapi ini masalah prinsip!!! , haghaghag. Ini semua karena saya kurang suka jika ada cermin besar di kamar karena terkesan ada yang selalu mengamati saya. Suka parno aja sih nanti kalo saya ngomong sendiri di cermin trus ada yang jawab, ataungga kalo saya lagi tidur ada ‘sesuatu bayangan lain’ di cermin wkwkwk lebay!

Intinya sih bukan itu, hehe. Jujur saja, saya termasuk orang yang kurang PD dengan penampilan fisik. Entahlah, merasa kurang menarik dan tidak secantik wanita-wanita lain sekarang ini aja. Yaaa, meskipun teman-teman lain berkata penampilan fisik saya tak seburuk yang saya kira, tapi tetap saja saya ngerasa i’m not ok. Jadi ya menurut saya cermin membuat saya semakin sering berkaca, semakin mengoreksi penampilan diri dan semakin membuat saya merasa kurang menarik.

Dugaan saya benar. Setelah cermin ajaib itu dipasang di kamar, yang ada malah saya ngacaaa muluuu… Norak banget deh pokoknya, berasa tau pertama kali seperti apa bentuk benda yang bernama cermin, hehehe. Kata si mantan pemiliknya sebelumnya sih tuh cermin dinamakan cermin cantik karena membuat orang yang bercermin dengannya menjadi cantik, wkwkwkwk bo’ong banget. Hahaha, yang ada malah cermin itu bikin ngerasa saya minder, kok ada ya manusia sejelek ini di dunia (hush, istighfar dew!).

after
Ya begitulah, saya jadi sibuk memperhatikan setiap centi wajah yang ternyata sekarang ditumbuhi banyak jerawat, menghitam dan banyak noda, hiks hiks. Selain itu, karena sebelumnya jarang bercermin, saya juga baru sadar ternyata badan saya jauh lebih kurus dari sebelumnya. Memang sih saya agak merasa senang karena diet dan senam yang saya lakukan kali ini berhasil, tapi ada rasa khawatir juga sih kalo semakin lama justru badan ini menjadi kerempeng. Hmm, jadi berfikir untuk melakukan program penggemukan badan nih...

Hmmm…. kalo direnungi, ga boleh terus-terusan nih saya merasa seperti ini. Lama-lama kepercayaan diri bisa terancam dan saya bisa menjadi manusia yang kurang bersyukur hanya karena terlalu subjektif memandang diri sendiri di cermin. Padahal kan, ya disyukuri aja diri kita sebagaimana adanya secara fisik. Ga melulu semuanya kurang, karena pasti Allah juga ciptakan lebihnya. Buktinya, banyak kok yang bilang tubuh saya ini sexy… wkwkwkkwkkwkwk… hihi kok jadi malah narsis :p

Jadi ya, sudahlah… tidak usah berlama-lama di cermin jika hanya membuat waktu kita terbuang dan minder kita meningkat. Biarkan cermin menjalankan tugasnya untuk menunjukkan bahwa wajah kita bersih, rambut kita rapi dan pakaian yang kita kenakan tidak terbalik. Kemudian tinggalkan…, karena ada banyak hal lain yang perlu kita lakukan menyangkut harga diri kita.

Kata Richard Carlson dalam bukunya “Don’t Sweet Guide To Weight Loss” nih…
“Cermin tidak harus menjadi hakim dan dewan juri harian anda. Ia hanya mengungkapkan permukaan dari diri anda, dan melakukannya dengan tidak sempurna karena anda bukanlah seorang pemandang yang objektif”

Dan yang paling penting, jangan lupa selalu membaca doa sebelum bercermin, agar Dia memberikan kebaikan bagi jiwa raga kita… Upayakan juga selalu mengenakan pakaian yang menutup aurat dan tidak berlebih-lebihan agar diridhoi-Nya…

Tuesday, April 26, 2011

Belajar Sesuatu dari Memelihara Ikan

Hadeehh, ngomongin ikan aja kok gak selesai-selesai ya??

wah, mereka sudah tumbuh besar(bayi ikan usia 14 hari).

Saya lanjutin ya? Kali ini masih tentang proses pengasuhan si krucil...
Setelah dirinci, meskipun merasa kerepotan tapi ternyata saya mendapat banyak pelajaran lho dari hanya memelihara sebuah ikan, 

Ketulusan dan Kasih Sayang
Kerelaan kita untuk membeli mereka, menyiapkan rumahnya, merawat dan rutin memberikan mereka makan saya rasa merupakan bentuk ketulusan dan kasih sayang dari kita sebagai pemilik. Jika tidak, untuk apa kita berlelah letih (lebay :p) untuk mengurus mereka jika tidak didasari oleh kasih sayang dan perasaan tulus?? (halah :p)

Jadi ingat, dulu hari-hari pertama pelihara ikan konsentrasi saya untuk beraktivitas yang lain agak terganggu karna ada keasyikan baru yaitu….. terlalu sering memandangi akuarium, hehehe...seneng aja gitu rasanya ada kehidupan baru di kamar saya. Hehe norak dan memalukan ya… Jadi inget, sampai-sampai tiap ada temen kos lewat depan kamar, nyapa dan tanya “lagi ngapain wi?”, selalu tuh saya jawabnya ,“lihat ikan?”. Hihi, ga penting banget :p

Oia, manfaat pelihara ikan ini berguna lho untuk orang-orang tertentu yang memiliki jiwa penyayang untuk menyalurkan energy positifnya. Juga untuk orang-orang kesepian yang butuh teman sehingga dia bisa mendapatkan kenyamanan karena ada sesuatu yang menemani dan bisa dikasihi. :D Kesimpulannya, untuk jomblowan dan jomblowati… wajib hukumnya memelihara ikan :p !!!

Kesabaran dan Pengorbanan
Ini juga bisa dijadikan ajang simulasi lho bagi calon bapak dan ibu sebagai bekal kelak di kehidupan rumah tangga. Haghaghag, nyambungnya apa coba?

Hihihihihi, maksudnya begini, nanti kelak ketika berumahtangga pasti kita ingin dikarunai seorang anak. Dalam keadaan sedih maupun senang mau tak mau kita harus memberi makan, mengasuh dan membersihkan kotorannya. Mungkin ketika mood sedang baik apapun menyenangkan dilakukan untuk mengurus mereka, tapi ketika mood kurang enak dan fisik lelah seharian beraktivitas seharian mungkin agak berat untuk memperhatikan terutama membersihkan kotorannya. Tapi mau tak mau harus dilakukan bukan?? Ini semua demi si kecil agar tetap tumbuh sehat dan nyaman di dunianya, halah!

Jadi ya intinya kita berlatih untuk sabar mengasuh ‘sesuatu’ dari sekarang...

Belajar Kehilangan
Sebenarnya ini bagian yang paling berat dan sedih untuk diceritakan karna ketakutan saya benar-benar terjadi. Dua ekor ikan moli saya secara berurutan mati setelah sepuluh hari saya asuh. Agak heran juga kenapa mereka yang mati, karena setau saya mereka lebih mudah bertahan hidup daripada koki. Entahlah, mungkin memang sudah takdirnya, di sini saya harus belajar ikhlas untuk merelakan kepergian sesuatu yang saya miliki karena pada dasarnya, semua yang kita miliki hanya titipan Allah bukan? Jadi ya harus bersiap ketika harus diambil kembali…

Jadi begini kronologis kematian mereka, 2 hari sebelum kematian ale (moli warna hitam) saya agak curiga dengan perilakunya, perut sangat membuncit, lemas dan gerakannya tidak selincah yang lainnya. Awalnya saya pikir karena mungkin dia sedang hamil, jadi memang agak lemas karena membawa beban diperutnya, hehe. Tapi ternyata takdir berkata lain, ale harus pergi meninggalkan dunia. Dua hari setelahnya disusul kepergian si ciko, ciri-ciri sebelum kematiannya mirip, perut membuncit, kurang begitu aktif ditambah dia kurang nafsu makan dan sering bersembunyi. Lagi-lagi awalnya aku pikir karena dia hamil ataungga sedih campur kangen (halah…) mencari bayi-bayinya yang tidak ada didekatnya. Entahlah, Wallahu a’lam.

Selain merasa kehilangan, sempat bersalah juga sih atas kepergian mereka, takut sayalah yang menjadi penyebab kematian mereka. Tapi ya sudahlah, toh saya sudah berusaha untuk merawat mereka dengan baik, hiks…

Sekian. Jangan bicarakan tentang ikan lagi diantara kita*
*hehe, mabok karena cerita tentang ikan mulu

Fish Blues Syndrome??? :D

Sepertinya cerita kali ini masih seputaran tentang ikan. Saya sendiri juga bingung, yang tadinya ingin bercerita singkat tapi kok jadi panjang begini. Ya sudahlah mari dilanjutgan!

Melanjutkan cerita sebelumnya tentang berkenalan dengan ikan dan biaya hidup ikan, kali ini saya ingin share tentang bagaimana proses pengasuhan si kecil. Intermezzo, sambil ngetik ini saya tiba-tiba ketawa sendiri nih… hihihi habisnya tiba-tiba teringat cerita lucu para ikaners yang pernah saya baca di suatu forum. Jadi begini ceritanya, saking maniaknya dengan ikan, ada salah satu diantara mereka yang bohong ke istri kalo sebenarnya harga ikan mereka mahal, yang sebenarnya diatas 600 ribu, ngakunya cuma sekitaran 200 ribu, wew dasar. Ada juga yang cerita kalo kamar sempitnya hampir dipenuhi dengan akuarium, lainnya ada juga yang sampai buka toko saking cintanya sama ikan, hehe ada-ada aja.

Back to topic, sebelumnya maaf kalo istilah judul di atas aneh. Istilah yang benar adalah baby blues syndrome yang intinya merupakan kekhawatiran danperasaan tidak mampu dari seorang ibu yang baru melahirkan untuk mengasuh anaknya dengan baik. Karena kali ini yang diasuh ikan jadinya ya fish blues syndrome, hehe ngasal. Memang begitulah kenyataannya, awal mula bawa ikan pulang-tepatnya setelah maghrib, rasa-rasanya cemas untuk memindahkan si ikan ke rumah barunya. Deg-degan, takut kalo-kalo membuat ikan stress di akuarium yang sekarang tapi Alhamdulillahnya mereka dapat dipindahkan dengan baik saat itu. 

Belum selesai sampai di situ, ketika hari semakin malam dan ikan-ikan terlihat mulai nyaman dengan tempat barunya tapi justru ada perasaan khawatir berlebih dalam diri saya. Agak bingung melukiskannya, intinya saya merasa sangat takut dan akan merasa bersalah kalo-kalo tidak bisa merawat dengan baik. Mau pergi ke tempat tidur gelisah, sangat takut rasanya membayangkan besok pagi ketika bangun tidur ada teman baru saya yang sudah terkapar tak berdaya di akuarium. Ternyata ketakutan saya ini masuk ke dalam alam bawah sadar dan termanifestasikan di mimpi, hehehe lebay ya. Tapi beneran nih, ketika tidur saya memimpikan dua di antara mereka, si chiko dan ale terapung diakuarium, hiks hiks… Keparnoan ini mungkin sedikit banyak karna terpengaruh cerita orang-orang yang ikannya cepat mati dan pengalaman teman kos yang pernah memelihara ikan koki siangnya dan mati besok paginya, hehe.

Lanjut ke cerita tadi, pagi-pagi ketika bangun dengan perasaan cemas saya langsung menyalakan lampu tanpa ke kamar mandi atau merapikan rambut terlebih dahulu. Saat itu yang ada dipikiran hanyalah pertanyaan apa ikan-ikan saya masih berenang??, tidak sanggup membayangkan kemungkinan terburuknya, huhuhu…
Dan ternyata ketika mata saya meneliti isi akuarium… jeng.. jeng… jeeenng…

Alhamdulillah, lega rasanya ikan-ikan baru bangun dari tidurnya (haha sotoy) dan berenang dengan lincahnya. Dengan perasaan senang saya langsung memberi sarapan mereka sambil memperhatikan kondisi akuarium yang sudah terisi dengan sedikit kotoran ikan. Ketika itu, pandangan mata tertuju pada suatu benda kecil bergerak yang tadinya saya kira kotoran ikan. Geliii… bentuknya seperti cacing kecil atau jentik nyamuk tepatnya.. sempat heran kok bisa-bisanya mereka berada di situ.

Benda kecil bergerak itu saya amati lebih seksama, ternyata jumlahnya tak hanya satu, huhu sebel. Saya lihat lebih dekat dan lebih dekat lagi, eh eh ehh… kok ada sesuatu yang ganjil ya?? Mereka ternyata punyak mata dan ekor???? Apa mungkin… merekaaa?? Jangan-jangan… Aahh mana mungkin?? Baru kemarin kok…

benda bergerak itu :p


Saya kurang yakin dengan penglihatan saya karena memang mata saya kurang normal alias minus :p. Pagi-pagi di saat sebagian orang masih ada yang tertidur, saya panggil mbak kos saya untuk memastikan apakah benda bergerak itu seperti yang saya maksud. Dan ternyata benar, dia sangat lincah, berlarian kesana kemari dan suka bersembunyi seperti induknya. Mereka adalah bayi-bayi milik ibu ikan moli si chiko, karena memang si ibu perutnya lebih kempes daripada sebelumnya, hehehe.

bayi-bayi yang sudah dipisahkan

Perkenalkan sekali lagi, namanya ti-ni-wi-ni-bi-ti, yang terdeteksi hanya 6 ekor alias tidak sengaja ikut terbuang ketika akuarium dibersihkan. Untungnya teman kos ada yang menawarkan diri untuk mengadopsi bayi-bayi lucu itu, jadi ya setidaknya saya tidak benar-benar mengalami baby fish blues syndrome lagi :p

Ceritanya bersambung ya karna kepanjangan…

Galau : Apa sih?

Aduhhh, lagi galau nih males ngapa-ngapain, ga bisa mikir..
Kenapa lo diem aja? Galau ya??

Entah dari mana asal dan sebabnya kata ‘galau’ akhir-akhir ini jadi lebih populer seperti kata lain sebelumnya ‘lebay’, ‘alay’,’mode on’, dsb. Pendapat ngasal saya sih mungkin populernya suatu kata bisa dipengaruhi oleh kondisi orang secara umum saat itu. Misalnya yang sebelumnya kata ‘lebay’ pernah menjadi tren, menunjukkan bahwa banyak orang-orang saat itu yang berkelakuan lebay. Berarti, trennya kata ‘galau’ saat ini karena memang banyak orang yang sedang galau, hehe ngasal.

Definisi
Galau menurut KBBI adalah ber•ga•lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke•ga•lau•an n sifat (keadaan hal) galau.
Lha, kok definisinya makin meng-galaukan ya? :D

Menurut pendapat pribadi sih simpelnya galau itu merupakan suatu ekspresi emosi yang susah untuk didefinisikan, agak membingungkan karna campuran antara perasaan tidak menentu, pikiran kacau, sedih, khawatir, bingung, hampa, gelisah, kurang bersemangat. Jadi ada kalanya seseorang ditanya apa yang sedang dirasakannya dan dia menjawab bingung dengan wajah bersedih, maka saya memutuskan dia sedang dalam suasana hati galau. Maaf ya untuk definisi yang ngasal, hehehe. Intinya galau itu kondisi hati yang nano-nano…

Kalau galau menurut ttdj sih ini…

Galau-TTDJ


perasaan ini apa namanya
ku takut untuk menyebut apa namanya

bukan karena ku takut salah
tetapi ku takut benar apa yang kurasa

pedih yang menghujam di sanubariku
hancurkan keyakinan yang menjadi kekuatanku

aku jatuh lagi sekali lagi jatuh
untuk sekian kali namun kali ini ku galau

bukan karena ku takut salah
tetapi ku takut benar apa yang kurasa

aku jatuh lagi sekali lagi jatuh
untuk sekian kali namun kali ini ku galau

pedih yang menghujam di sanubariku
hancurkan keyakinan yang menjadi kekuatanku

aku jatuh lagi sekali lagi jatuh
untuk sekian kali namun kali ini aku galau
  Bersambung